Mengenai Saya

Thx 4 all,udah msuk ke blog Bu Dew. Semoga bermanfaat...

Jumat, 04 November 2011

ALARM BANJIR

I.              TUJUAN
Dapat membuat model alarm banjir dengan menerapkan konsep rangkaian listrik.

II.     LANDASAN TEORI
     Komponen Elektronika biasanya sebuah alat berupa benda yang menjadi bagian pendukung suatu rangkaian elektronik yang dapat bekerja sesuai dengan kegunaannya. Mulai dari yang menempel langsung pada papan rangkaian baik berupa PCB, CCB, Protoboard maupun Veroboard dengan cara disolder atau tidak menempel langsung pada papan rangkaian (dengan alat penghubung lain, misalnya kabel).
Komponen elektronika ini terdiri dari satu atau lebih bahan elektronika, yang terdiri dari satu atau beberapa unsur materi dan jika disatukan, dipanaskan, ditempelkan dan sebagainya akan menghasilkan suatu efek yang dapat menghasilkan suhu atau panas, menangkap atau menggetarkan materi, merubah arus, tegangan, daya listrik dan lainnya.
Apabila dalam suatu konduktor terjadi perpindahan muatan listrik maka timbullah arus listrik. Bila suatu baterai atau generator dipasang pada rangkaian tertutup maka arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif baterai. Arus listrik dalam kawat logam sesungguhnya merupakan aliran elektron, dan arus diasumsikan terjadi dengan arah berlawanan dengan arah gerak elektron.
III.       ALAT DAN BAHAN
Alat :

Ä Palu
Ä Paku
Ä  Gunting seng
Ä  Selotip

Bahan :

Ä 1 botol air mineral
Ä 1 bel rumah
Ä 2 baterai (1,5 volt)
Ä 1 potongan seng
Ä 1 bola pingpong
Ä  1 papan alas berukuran 30 cm x 20 cm
Ä  1 papan penyangga berukuran 30 cm x 20 cm


IV.        CARA KERJA
Papan alas,Papan penyangga,Bel,Kabel,Seng,Botol (penampung),Bola (pelampung),Kawat poros
 






Gambar. Sketsa alarm banjir

1.      Buatlah penampung air dari botol air mineral dengan memotong bagian atasnya setinggi 15 cm. Kemudian berilah lubang pada bagian dasarnya agar lidi bisa dimasukkan.
2.      Pasang tiang penyangga, papan alas, seng, baterai dan bel seperti pada gambar di atas..
3.      Buatlah pelampung dengan cara menusukkan lidi yang telah diruncingkan pada bola pingpong.
4.      Pasanglah poros pada papan penyangga agar lidi pada penampung tidak miring.
5.      Pasanglah botol plastik dan pelampungnya pada papan penyangga, usahakan bagian bawah tidak tertutup untuk masuknya air.
6.      Hubungkan salah satu kabel dari bel dengan seng dan yang satunya pada ujung lidi pada pelampung.
7.      Isilah botol plastik dengan air sampai kabel pada ujung lidi pelampung menyentuh seng dengan cara memasukkannya dalam bak mandi.
8.      Amati apa yang terjadi !

V.          HASIL PENGAMATAN
Pada saat botol diisi oleh air, maka akan mendorong pelampung naik dan menyentuh seng pada penyangga, kemudian secara otomatis bel akan berdering terus menerus yang menandakan adanya bahaya banjir yang akan  datang karena bertambahnya volume air.

VI.        PEMBAHASAN
Arus listrik dapat mengalir pada rangkaian tertutup. Kabel pada lidi dan seng pada penyangga berfungsi sebagai saklar. Ketika wadah diisi air, pelampung mendorong kabel pada lidi sehingga menyentuh seng. Pada keadaan ini, rangkaian menjadi tertutup sehingga mengakibatkan bel berdering. Pelampung dibuat dari bola pingpong agar terapung dalam air, sehingga mendorong tiang pelampung. Semakin panjang tiang pelampungnya semakin cepat bel berdering.

VII.     KESIMPULAN
Pembuatan alarm banjir ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena akhir–akhir ini negeri kita dilanda bencana banjir. Kita harus segera mensosialisasikan temuan ini untuk membantu agar korban akibat dari bencana banjir berkurang, karena masyarakat dapat mendeteksi tanda–tanda banjir datang dengan cepat. Selain itu pembuatan alat yang sangat sederhana sehingga dapat dipraktekkan oleh masyarakat dari berbagai lapisan.


VIII.  JAWABAN PERTANYAAN

1.      Mengapa pelampung naik ketika botol plastik diisi air !

Jawab :  Pelampung naik ketika botol plastik diisi air karena mendapat     tekanan dari air  yang semakin bertambah.

2.      Apakah fungsi pelampung pada alat ini ?

Jawab : Fungsi pelampung pada alat alarm banjir adalah sebagai pendorong kabel pada lidi sehingga menyentuh seng.

3.       Apa yang terjadi pada bel listrik ketika kabel pada ujung lidi menyentuh    seng ?

Jawab :  Ketika kabel pada ujung lidi menyentuh seng maka bel listrik akan berdering secara terus menerus yang menandakan peningkatan volume air yang berpotensi untuk terjadinya banjir.

4.      Apa yang akan terjadi jika bola pingpong diganti dengan plastisin ?

Jawab :  Jika bola pingpong diganti dengan plastisin, maka bel tidak akan berdering karena plastisin tidak terapung dalam air, sehingga tidak mampu mendorong tiang pelampung untuk menyentuh seng.

5.       Mengapa ketika ujung kabel pada lidi tidak menyentuh seng, bel tidak berdering ?

Jawab :  Ketika ujung kabel pada lidi tidak menyentuh seng, bel tidak berdering karena ujung kabel pada lidi berfungsi sebagai saklar sehingga rangkaian tidak tertutup dan arus listrik tidak mengalir untuk membunyikan alarm.

6.       Bagaimana caranya agar bel cepat berdering meskipun air dalam pelampung naik beberapa cm saja ?

Jawab :  Agar bel cepat berdering meskipun air dalam penampung naik beberapa cm saja adalah dengan cara memanjangkan tiang pelampung (lidi).


DSC00006DSC00002
                                                                              



                    Tampak Depan Sebelum Ada Air       Tampak Depan Setelah Ada Air

DSC00003 

                                           



Tampak Samping
Contoh replika alarm banjir


IX.        KESAN DAN SARAN
Kesan
Membuat alarm banjir sangat menyenangkan, karena meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa. Pertama, dapat melatih kita untuk bekerjasama dan kompak. Kedua, kita mendapat pengalaman baru merangkai alarm banjir, di sini pun membutuhkan keterampilan dan ketelitian serta kerjasama sehingga sangat menyenangkan bagi setiap siswa apalagi ketika percobaannya berhasil berbunyi.
Saran
1.      Pada saat praktikum, pembimbing masih belum sepenuhnya mengawasi siswa, sehingga siswa masih kurang sempurna dan benar dalam mengerjakannya. Sebaiknya guru mengawasi setiap kelompok dan jika perlu meminta bantuan guru lain untuk mengawasi agar percobaan lebih efektif.
2.      Penjelasan yang disampaikan guru sudah baik, guru juga telah menguasai materi..
3.      Dalam melakukan kegiatan praktikum sebaiknya tidak gerogi dan dilakukan dengan terampil, cermat, dan teliti.

X.           DAFTAR PUSTAKA
Warsiti, dkk. 2008. Petunjuk Praktikum Pendidikan IPA di SD Program S1 PGSD. Kebumen : UNS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar